12 Hal yang membuat cerita jadi menarik

Para penulis yang baik sama baiknya dengan koki yang baik. Mereka memiliki resep-resep andalan dan bahan-bahan lengkap untuk dimasak. Ketika bekkerja tangan mereka seperti sudah otomatis menaruh apa saja kedalam panci masak mereka dan hasilnya selalu enak.

Nah sebagaimana para koki, para penulis yang baik juga resep-resep andalan dan bahan-bahan yang lengkap untuk diolah. Kita bisa belajar mengikuti resep-resep untuk menghasilkan tulisan yang baik. Dan mungkin melahirkan kejutan dari sana. tetapi tanpa imajinasi dan kreativitas; resep itu hanya akan menjadi resep biasa saja apalagi jika kita tidak memunyai bahan yang lengkap.

Dibawah ini adalah resep umum yang bisa Anda gunakan sesuai dengan imajinasi dan kreativitas Anda.

Bagian pembuka

1. Segera tunjukkan persoalannya kepada pembaca. Munculkan tokoh utama, atau setidaknya persiapkan kemunculannya melalui peristiwa yang bakal menyeret dia ke liku-liku cerita selanjutnya.

2. Munculkan setiap karakter pada situasi yang tepat. Sebagai contoh jika dibagian ujung kita akan menggambarkan tokoh kita berhasil mengalahkan musuhnya dan menyelesaikan masalah, tunjukkan di bab satu bagaimana dia kewalahan menghadapi orang tersebut.

3. Tunjukkan “Orang baik” dan “Orang jahat” (melalui tindakan-tindakan mereka). dengan cara ini kita bisa melibatkan emosi pembaca. Bahkan jika tikoh utama kita adalah orang yang bejat secara moral (pembunuh bayaran misalnya) ia harus tetap memperlihatkan perilaku tertentu yang membuat pembaca jatuh hati padanya. Maka “orang jahat” pun disukai, meskipun secara umum kita tidak setuju pada tindakan-tindakannya.

4. Apa yang dipertaruhkan oleh tokoh utama? mngkin Anda pernah membaca tagline semacam ini; “hanya satu orang yang bisa menyelamatkan dunia dari cengkeraman si raja kegelapan.” Apa alasan yang membuat tokoh kita ertarung mati-matian? Apa yang terjadi seandainya musuh besarnya yang menang?

5. Bangunlah setting yang menyakinkan—kapan dan dimana cerita berlangsung.

6. bangunlah wilayah konflik. Jika setting cerita kita adalah barak militer, misalnya wilayah konflik itu mungkin adalah hubunghan anak buah dan komandan, atau konflik batin seorang tentara ketika harus menjalin tugas yang merisaukan nuraninya, atau persoalan diantara dua tentara atau tentara dengan masyarakat sekitarnya.

Badan cerita

7. Kembangkan karakter-karakter Anda melalui tindakan dan dialog. Show, don’t tell. Begitulah yang sering kita dengar. (“Enyah dari mukaku, tolol!” teriaknya; cara itu akan lebih kuat ketimbang kita menyampaikan : ia orang kasar dan suka membentak.)

8. Beri karakter Anda motivasi yang cukup utuk setiap tindakan dan perkataan mereka. Ingatlah bahwa drama adalah cerita tentang orang-orang yang melakukan tindakan menakjubkan dengan alasan tepat. Melodrama adalah cerita tentang orang-orang yang melakukan tindakan menakjubkan dengan alasan yang buruk atau tanpa alasan sama sekali.

9. Kembangkan plot sebagai rangkaian persoalan serius yang makin meningkat. (Misalnya, tokoh kita menemukan sebuah jimat sihir di bab pertama, menghadapi musuh berat di bab kelima, dan menghadapi bahaya kematian di bab ketujuh dan jimat sihirnya nyaris tidak berfungsi pada saat itu.)

Bagian akhir

10. Tampilkan dibagian ini konflik paling besar setelah segala sesuatu berkembang sedemikian rupa dan membahayakan. satu tindakan keliru, semuanya berantakan. Inilah yang disebut klimaks, yang sebelumnya sudah tersirat sejak awal tetapi tidak benar-benar bisa diperkirakan.

Yang perlu diingat

11. Ingatlah bahwa tidak ada kebetulan yang terus menerus dalam sebuah cerita. Kenapa tokoh kita bernama Cleopatra misalnya. kenapa ia memelihara herder misalnya ? tentu saja Anda bisa menulis suka-suka Anda. Anda adalah Tuhan bagi cerita AndaTetapi jika Anda memliki alasan untuk semua itu cerita Anda akan lebih menarik karena menyodorkan banyak lapisan makna. Nama Cleopatra tentu saja memberikan cantolan pengertian tertentu ke pembaca.

12. Pahami konvensi, dan langgarlah hanya jika Anda mempunyai alasan kuat untuk itu. Misalnya kita mau menulis sebuah cerita detektif. Bagaimana jika detektif kita adalah orang yang eksentrik, suka mabuk, bujangan dan agresif? umumnya begitu? bagaimana jika detektif itu adalah seorang perempuan pemalu, suka minum wedang tape dan mempunyai tiga anak yang masih sekolah? tidak umum? tapi tokoh ini akan memberikan kejutan tersendiri ia memiliki banyak keterbatasan; dan dengan segala keterbatasan itu ia mengatasi persoalan.

sumber: bukune edisi 06 Tahun I, April 2007

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s