suami nyonya

Seorang pembantu rumah tangga, suatu hari pamit pada nyonya majikannya untuk pulang kampung.

“Jadi kamu tidak bermaksud kembali lagi bekerja disini?” tanya nyonya majikan.

“Tidak, Nyonya. Solanya saya mau menikah”.

“Baiklah kalau begitu. Saya hanya dapat mengucapkan selamat menempuh hidup baru dan bahagia!”

“Terimakasih, nyonya. Saya juga mengucapkan sama nyonya diberikan ketabahan hati dan kesabaran. Anggaplah semua yang terjadi sudah merupakan takdir dari Tuhan!”

“Hei kenapa kamu berkata seperti itu?”

“Karena anu, Nyah. Calon suami saya itu adalah…suami nyonya!”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s